<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gauli(dot)Com &#187; Teknologi Informasi</title>
	<atom:link href="http://www.gauli.com/category/teknologi-informasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.gauli.com</link>
	<description>Timbunan Segala Hal Yang Terpikir</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 08:41:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Networking Trilogi</title>
		<link>http://www.gauli.com/2008/04/20/networking-trilogi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=networking-trilogi</link>
		<comments>http://www.gauli.com/2008/04/20/networking-trilogi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 17:21:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M. Prasodjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gauli.com/2008/04/20/networking-trilogi/</guid>
		<description><![CDATA[Networking Trilogi adalah teori tentang 3 jenis manusia yang umumnya harus ada untuk membangun network yang baik dalam sebuah organisasi. Ketiga hal ini saya dapatkan selama petualangan didalam dunia kabel dan baud, dari banyak diskusi dan bacaan. Dalam dunia networking, secara umum semua berangkat terlebih dahulu dari pengetahuan teknis. Kalau dalam kursusnya cisco, semua berangkat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="moz-text-html" lang="x-western"> Networking Trilogi adalah teori tentang 3 jenis manusia yang umumnya harus ada untuk membangun network yang baik dalam sebuah organisasi.<br />
Ketiga hal ini saya dapatkan selama petualangan didalam dunia kabel dan baud, dari banyak diskusi dan bacaan.</p>
<p>Dalam dunia networking, secara umum semua berangkat terlebih dahulu dari pengetahuan teknis. Kalau dalam kursusnya cisco, semua berangkat dari kursus CCNA, sehingga pengetahuan dasar networkingnya (seharusnya) tidak diragukan lagi. Selanjutnya para mahluk ini bisa mengambil jenjang kemampuan khusus yang ingin dikuasai.</p>
<p><span id="more-56"></span> Apa saja jenis mahluk tersebut :</p>
<p>1. Network Designer</p>
<p>Mahluk ini biasanya adalah sejenis mahluk yang mengerti perencanaan, jenis perangkat dan software yang tepat untuk di implementasikan (berdasarkan fitur dari suatu perangkat), dan bagaimana setiap faktor yang diperlukan di jait dan disulam oleh mahluk jenis ke-2, yaitu network implementator.<br />
Biasanya mahluk ini tidak lagi diharuskan mengerti implementasi, tapi DIWAJIBKAN mengerti aspek-aspek dasar teknis. Karenanya mahluk ini biasanya memiliki dasar networking yang kuat sebelum bisa diangkat menjadi mahluk designer.<br />
Kalau dalam cisco dia mendapatkan gelar CCDE, dengan urutan belajar CCNA dan CCDA, CCDP, lalu CCDE.</p>
<p>2. Network Implementator</p>
<p>Mahluk ini adalah jenis yang mengerti bagaimana sebuah perangkat di pasang, di setting dan aspek-aspek yang mungkin timbul dari setiap jenis implementasi, berbagai konsekuensi yang mungkin timbul, dll yang berhubungan dengan hal-hal teknis.<br />
Mahluk ini hanya cukup berkonsentrasi pada implementasi. Tidak harus memikirkan perencanaan yang ingin implementasikan.<br />
Kalau dalam cisco dia mendapatkan gelar CCIE Routing &amp; Switching, dengan urutan belajar CCNA/CCENT, CCNP, lalu CCIE khusus routing dan switching.</p>
<p>3. Network Security</p>
<p>Nah, mahluk jenis ini biasanya memiliki penguasaan pada ke-2 hal diatas. Tapi biasanya kemampuan designernya tidak sebaik bila dilakukan oleh network designer. Tapi mahluk jenis ini diperlukan untuk melihat celah diantara kedua jenis mahluk sebelumnya. Celah-celah yang terjadi bisa disebabkan banyak hal, dari mulai system perencanaan, system penggunaan, setting-setting yang digunakan, dan lain sebagainya.<br />
Kalau dalam cisco dia mendapatkan gelar CCIE Security, dengan urutan belajar CCNA, CCSP, lalu CCIE khusus security.</p>
<p>Network designer, semestinya melakukan konsultasi pada mahluk jenis 2 dan 3. Karena dalam perencanaan, aspek-aspek teknis perlu diperhitungkan sehingga tidak terjadi setelah design dibuat, implementator mengalami kegagalan atau konsep &#8220;semen-tahun&#8221; dalam implementasi. Hal ini sangat banyak terjadi, terutama ketika faktor marketing ikut campur dalam design atau ketika design dibuat berdasarkan konsep marketing. Dalam marketing, biasanya segalanya adalah BAGUS dan BISA diimplementasikan. Tapi pada kenyataannya, BELUM TENTU.</p>
<p>Implementator terkadang harus menegak pil pahit ketika designer yang sebetulnya adalah marketing, memaksakan sebuah implementasi yang secara teknis rentan masalah dan dapat berujung pada &#8220;unfinish bussines for troubleshoot&#8221;.</p>
<p>Dari setiap diskusi yang saya lakukan bila ada yang bertanya mengenai network, pertanyaan pertama yang biasa saya berikan adalah, &#8220;Kebutuhan Pengguna&#8221;.<br />
Kebutuhan pengguna ini terdiri dari kebutuhan dasar yang harus ada, kebutuhan penting lain-lain, dan kebutuhan optional.<br />
Jawaban paling sering yang saya temui adalah &#8220;Pokoknya bisa akses internet, bisa akses email, bisa tuker2xan file, entar kan bisa di blokir-blokir yang ngabisin bandwidth&#8221;.<br />
Jawaban ini tidak salah. Tapi ini berarti implementasi yang dilakukan adalah lebih banyak &#8220;percobaan&#8221;. Coba sini, coba sana, blokir sini dan blokir sana. Bila sebuah organisasi memiliki akses bandwidth yang cukup besar, mungkin hal ini tidak terlalu terasa sebagai masalah. Tapi bila pas-pasan, bersiap-siaplah menerima &#8220;neraka complain&#8221;.</p>
<p>Hal kedua yang saya tanyakan adalah, &#8220;Peraturan perusahaan&#8221;.<br />
Peraturan ini menyangkut banyak aspek, dari mulai bagaimana seorang anggota organisasi dapat mengakses network, bagaimana tamu mengakses network, email masuk dan keluar, aturan akses network, batasan yang boleh dan tidak boleh ada dalam komputer client, dan lain sebagainya, yang mana kesemuanya berdasarkan peraturan yang akan diterapkan.</p>
<p>Hal ketiga yang saya tanyakan adalah, &#8220;Aturan pengawasan&#8221;.<br />
Aturan pengawasan ini penting, karena dari sini dapat ditarik berbagai keputusan sehubungan dengan berbagai aktivitas yang terjadi dalam network.</p>
<p>Saya termasuk orang yang tidak setuju dengan pemblokiran. Bagi saya hal yang terpenting adalah pengawasan dan edukasi kesadaran dari setiap orang tentang bagaimana menggunakan bandwidth secara bijaksana. Dengan pengawasan dan kesadaran dan bila mengetahui bahwa dia diawasi, user biasanya lebih mengendalikan diri untuk mengakses &#8220;hal-hal tak penting&#8221; dari jaringan.</p>
<p>Hal keempat yang saya tanyakan adalah, &#8220;Aturan Implementasi&#8221;.</p>
<p>Nah inilah saatnya ke-3 jenis mahluk itu muncul secara penuh, dan merangkum segalanya dan menuangkannya dalam design network dan system.<br />
Didalamnya menyangkut berbagai aspek dari ke-3 hal diatas dan menambahkannya dengan berbagai unsur dalam system.</p>
<p>Karena itu, saya biasanya KURANG MEMPERCAYAI design network yang tidak menyebutkan &#8220;Kebutuhan Pengguna&#8221; karena biasanya tanpa hal tersebut maka hasil implementasi akan dipenuhi dengan tambal dan sulam. Apalagi merencanakan network tanpa mengetahui kebutuhannya apa.</p>
<p>Karena itu, tidak mungkin sebuah design dibuat tanpa mengetahui kebutuhan, dan tidak mungkin implementasi dibuat tanpa perencanaan yang baik, tidak mungkin pengawasan yang baik bisa dilakukan tanpa implementasi yang baik.</p>
<p>Jadi kesimpulannya :<br />
Jenis mahluk :<br />
1. Network Designer<br />
2. Network Implementator<br />
3. Network Security</p>
<p>Persiapan :<br />
1. Kebutuhan pengguna<br />
2. Peraturan<br />
3. Pengawasan<br />
4. Implementasi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gauli.com/2008/04/20/networking-trilogi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UU ITE: Antara Homosuperior dan Homosapien</title>
		<link>http://www.gauli.com/2008/03/28/uu-ite-antara-homosuperior-dan-homosapien/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=uu-ite-antara-homosuperior-dan-homosapien</link>
		<comments>http://www.gauli.com/2008/03/28/uu-ite-antara-homosuperior-dan-homosapien/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 08:05:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M. Prasodjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gauli.com/2008/03/28/uu-ite-antara-homosuperior-dan-homosapien/</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia sekarang ini telah resmi miliki UU ITE. Tapi apakah efektif ? Dunia ini dihuni oleh sekelompok mahluk homosuperior yang menghuni dunia maya, dan sisanya adalah kaum homo sapien yang menghuni dunia nyata. Diantara keduanya ada masyarakat kaum ampibi yang hidup di kedua dunia. Kaum homo sapien yang menghuni dunia nyata, kini berniat menerapkan aturan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia sekarang ini telah resmi miliki UU ITE. Tapi apakah efektif ?</p>
<p>Dunia ini dihuni oleh sekelompok mahluk homosuperior yang menghuni dunia maya, dan sisanya adalah kaum homo sapien yang menghuni dunia nyata. Diantara keduanya ada masyarakat kaum ampibi yang  hidup di kedua dunia.</p>
<p>Kaum homo sapien yang menghuni dunia nyata, kini berniat menerapkan aturan dunia mereka pada dunia kaum homo superior yang hidup di dunia maya. Tentunya hal ini hanya dimungkinkan bila mereka memiliki pasukan ampibi yang cukup untuk mengawasi segalanya. Tanpa mengenal dunia maya, jelas akan sulit menerapkan apapun dari dunia nyata kedalamnya. Dan diperlukan <em><strong>pendidikan</strong><strong> yang cukup</strong></em> sehingga tidak terjadi munculnya kaum &#8220;<a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/27/time/110444/idnews/914119/idkanal/323"><em>Ampibi Wannabe</em></a>&#8221; yang berkeliaran <em>menuduh ke kiri dan ke kanan</em> tanpa dasar dan pengetahuan yang mungkin bagi kaum homosapien di dunia nyata terdengar hebat tapi merupakan guyonan yang sangat tidak lucu bagi masyarakat dunia maya yang dihuni kaum homosuperior.</p>
<p><span id="more-55"></span>Hal pertama yang diramaikan adalah masalah por**grafi. Kaum dunia nyata berkeinginan memblokir site-site yang berhubungan dengan hal tersebut. Saya sendiri termasuk yang tidak peduli. Mau diblokir atau tidak, tidak ada masalah. Namun harus jelas mana yang boleh dan mana yang tidak. Tetapi mengatasi penjual CD/DVD porno di glodok yang hanya berjarak 30 Meter dari kantor penegak hukum dunia nyata saja tidak pernah berhasil bagaimana mau mengurusi dunia maya ? Dalam salah satu tayangan televisi, pernah ditayangkan kisah itu. Saya tidak tahu sekarang ini, karena mungkin sudah 2 tahun saya tidak mampir ke glodok. Tapi dulu sih mereka memajangnya tanpa malu-malu dipinggir jalan. Dan kalaupun ada penggerebekan, tinggal tunggu waktunya suasana reda, mereka kembali ketempatnya. Seakan-akan penerapannya hanyalah &#8220;<em>Trend Sesaat</em>&#8220;.</p>
<p>Hal lain yang perlu dipikirkan adalah batasan pornografi. Jelas bila kita bertanya pada orang FPI, GusDur, aa Gym, SBY, Para Menteri, dll, bisa memberikan batasan yang berbeda. Lalu batasan seperti apa pornografi yang akan di blokir. Dan akan sangat lucu bila batasan di dunia maya menjadi lebih ketat dibandingkan dengan dunia nyata. Tengok film sinetron. Tengok tabloit-tabloit.</p>
<p>Untuk melakukan pemblokiran, resource dalam bentuk dana dan manusia akan sangat banyak. Mengapa tidak memulai dari hal yang paling dasar. Misalnya dengan pendidikan. Saat ini sudah ada beberapa berita yang mengisahkan robohnya sekolah. Bagaimana pendidikan bisa berjalan baik bila sekolahnya roboh ? Bukankah hal seperti ini lebih krusial ? Belum lagi content filter yang digunakan bila dibuat terpusat. Bagaimana mekanismenya bila terjadi sebuah content terblokir tapi ternyata bukan content terlarang ? Apakah bukannya ini malah menyulitkan ? Karena itu penerapan filter harus dipikirkan masak-masak, dan bukan karena melihat celah terciptanya proyek baru ataupun department baru atau posisi baru atau apapun yang bertujuan negatif.</p>
<p>Tapi yang pasti beberapa hal yang masih menjadi wilayah abu-abu harus segera dipertegas agar tidak terdapat banyak nuansa warna warni yang mengundang pertentangan. Dan dalam persiapannya bagi mereka yang pro dan kontra agar lebih berhati-hati berucap agar suasana tetap enak dan tidak asal menuduh/berucap ucapan apalagi tuduhan yang bodoh tanpa dasar.</p>
<p>Dan yang pasti, karena <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/27/time/110444/idnews/914119/idkanal/323">&#8220;MEREKA&#8221;</a> tidaklah bodoh&#8230;.. <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/27/time/110444/idnews/914119/idkanal/323">&#8220;MEREKA&#8221;</a> kaum homosuperior yang juga ikut membangun bangsa ini dengan berbagi pengetahuan melalui tulisan mereka yang baik. Tanpa <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/27/time/110444/idnews/914119/idkanal/323">&#8220;MEREKA&#8221;</a> tak ada kaum anda <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/27/time/110444/idnews/914119/idkanal/323">&#8220;Ampibi Wannabe&#8221;</a>. Dan <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/27/time/110444/idnews/914119/idkanal/323">&#8220;MEREKA&#8221;</a> yang membuat hidup kita lebih berwarna.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gauli.com/2008/03/28/uu-ite-antara-homosuperior-dan-homosapien/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

