<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gauli(dot)Com &#187; Info</title>
	<atom:link href="http://www.gauli.com/category/info/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.gauli.com</link>
	<description>Timbunan Segala Hal Yang Terpikir</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 08:41:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Privacy, dulu dan kini</title>
		<link>http://www.gauli.com/2009/11/04/privacy-dulu-dan-kini/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=privacy-dulu-dan-kini</link>
		<comments>http://www.gauli.com/2009/11/04/privacy-dulu-dan-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 07:52:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M. Prasodjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Gauli]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>
		<category><![CDATA[unek-unek]]></category>
		<category><![CDATA[data pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[gps]]></category>
		<category><![CDATA[privacy]]></category>
		<category><![CDATA[tracking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gauli.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Saya terlibat satu pembicaraan kecil dengan teman setelah melihat sebuah foto dimana wajah saya tampak disitu dan seorang kawan men-tag saya. Fotonya biasa saja, bahkan saya sedang di kerubuti para bidadari hehe. Tapi yang sedikit tersentil adalah, kalau dulu rasanya sangat mudah kita membuat persembunyian untuk tak di ketahui orang. Tapi untuk saat ini, walaupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya terlibat satu pembicaraan kecil dengan teman setelah melihat sebuah foto dimana wajah saya tampak disitu dan seorang kawan men-tag saya.</p>
<p>Fotonya biasa saja, bahkan saya sedang di kerubuti para bidadari hehe. Tapi yang sedikit tersentil adalah, kalau dulu rasanya sangat mudah kita membuat persembunyian untuk tak di ketahui orang. Tapi untuk saat ini, walaupun kita sudah bersembunyi sebaik-baiknya, tetap saja bisa muncul dimana saja dari kisah orang lain. Baik itu blog atau site2x jejaring sosial seperti facebook yang sekarang ini sedang booming.</p>
<p>Informasi yang beredar bisa muncul dari mana saja, bocor dari mana saja dengan begitu banyaknya forum dan situs jejaring sosial yang terus bertambah. Dan informasi tersebut semakin mudah pula di temukan dengan tersedianya situs pencari yang semakin canggih.</p>
<p>Sementara itu, banyak orang yang kurang tahu kalau atas persetujuannya informasi-informasi miliknya, termasuk yang pribadi diberikan untuk di komersilkan atau untuk keperluan lainnya ketika mendaftarkan diri pada sebuah site. Google atau facebook misalnya. Pada saat mendaftar kita telah menyetujui dan memperbolehkan mereka menggunakan informasi-informasi milik kita untuk kepentingan mereka.</p>
<p>Saya sendiri beberapa kali pernah melakukan hunting secara serius terhadap informasi-informasi seseorang menggunakan situs pencari. Dan hasilnya cukup luar biasa.</p>
<p>Memang, dengan kondisi tersebut, akan banyak pula terjadi pemalsuan informasi. Tapi rasanya jauh lebih banyak informasi dan jejak elektronik lainnya kita tinggalkan dimana-mana.</p>
<p>Terbayang bagaimana nanti, para anak bisa di awasi dengan cukup mudah oleh para orang tua, tapi para orang tua juga akan sulit membatasi informasi yang masuk ke anak-anaknya.</p>
<p>GPS tracking juga sudah menjadi barang yang murah dan mudah didapat, sementara fasilitas untuk melakukan tracking juga semakin canggih. Barangnya juga tidak seperti dulu lagi. Sekarang ini bisa sangat kecil, bahkan bisa disamarkan sebagai gantungan kunci misalnya.</p>
<p>Mau tidak mau, masa masa berkurangnya privacy akan semakin dekat dan sangat mungkin akan segera terjadi.</p>
<p>Jadi&#8230;.. berhati-hatilah&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gauli.com/2009/11/04/privacy-dulu-dan-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Udang Pete Mentega Saos Tiram</title>
		<link>http://www.gauli.com/2009/10/13/udang-pete-mentega-saos-tiram/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=udang-pete-mentega-saos-tiram</link>
		<comments>http://www.gauli.com/2009/10/13/udang-pete-mentega-saos-tiram/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 14:21:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shinta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gauli]]></category>
		<category><![CDATA[HowTo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gauli.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Bahan: 250 gr  udang 10 butir pete 2 kuntum brokoli 1 siung bawang putih 3 cm jahe 1 batang sereh 1 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 3 buah cabe rawit (atau sesuai selera) garam gula pasir merica 1 sendok makan margarin 1 sendok teh saos tiram Cara membuat: Bersihkan udang, buang kepalanya dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bahan:</p>
<p>250 gr  udang</p>
<p>10 butir pete</p>
<p>2 kuntum brokoli</p>
<p>1 siung bawang putih</p>
<p>3 cm jahe</p>
<p>1 batang sereh</p>
<p>1 lembar daun salam</p>
<p>2 lembar daun jeruk</p>
<p>3 buah cabe rawit (atau sesuai selera)</p>
<p>garam</p>
<p>gula pasir</p>
<p>merica</p>
<p>1 sendok makan margarin</p>
<p>1 sendok teh saos tiram</p>
<p>Cara membuat:</p>
<p>Bersihkan udang, buang kepalanya dan bubuhkan garam dan merica secukupnya. Diamkan 10 menit lalu goreng hingga kering dan sisihkan.</p>
<p>Tumis bawang putih dengan mentega sampai harum, masukkan sereh, daun salam, daun jeruk, pete, jahe, saos tiram dan tumis sampai pete agak layu. masukan udang dan brokoli, bubuhkan garam dan gula secukupny. siap dihidangkan</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gauli.com/2009/10/13/udang-pete-mentega-saos-tiram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BlackBerry Storm: Testing OS .122</title>
		<link>http://www.gauli.com/2009/04/11/blackberry-storm-testing-os-122/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=blackberry-storm-testing-os-122</link>
		<comments>http://www.gauli.com/2009/04/11/blackberry-storm-testing-os-122/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 17:43:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M. Prasodjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blackberry]]></category>
		<category><![CDATA[Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[Henpon]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[122]]></category>
		<category><![CDATA[iseng]]></category>
		<category><![CDATA[os]]></category>
		<category><![CDATA[storm]]></category>
		<category><![CDATA[test]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gauli.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Pagi tadi jam 6 selesai upgrade. Kondisi batere penuh. Belum banyak jenis test dilakukan karena lebih banyak jalan dan musti ngadepin kompie. Aktivitas Gtalk YM (sempet ceting2xan) BBM (sempet ceting2xan juga) Viigo (baca2x berita) mobipocket reader (lebih banyak diem) Mini Monitor (ini beberapa kali error) Log Maid (buat ngehapus event log pas idle, jadi dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi tadi jam 6 selesai upgrade.<br />
Kondisi batere penuh.<br />
Belum banyak jenis test dilakukan karena lebih banyak jalan dan musti ngadepin kompie.</p>
<p>Aktivitas<br />
Gtalk<br />
YM (sempet ceting2xan)<br />
BBM (sempet ceting2xan juga)<br />
Viigo (baca2x berita)<br />
mobipocket reader (lebih banyak diem)<br />
Mini Monitor (ini beberapa kali error)<br />
Log Maid (buat ngehapus event log pas idle, jadi dia harusnya meminta resource processor)<br />
Email 7 alamat dengan berbagai milis. Hari ini ternyata hingga jam segini hanya terima sekitar 2500 email.<br />
GMail amplop merah (dipake baca 3 alamat email)<br />
Weatherbug (tanpa mengaktifkan gps)</p>
<p>Kegiatan, sedikit browsing, banyakan ceting, dan bales2x email agak lumayan.</p>
<p>18 jam running, batere tersisa 40%</p>
<p>Free App memory 20.2MB</p>
<p>Sementara ini yang terasa :</p>
<ul>
<li>Keliatannya lebih responsif.</li>
<li>Respon keyboard lebih cepat</li>
<li>Selection text untuk copy paste lebih enak dan jauh lebih mudah dikendalikan</li>
<li>Beberapa kali sempat terjadi layar kacau textnya. Tapi dengan meng-cancel, pindah layar dan sejenisnya langsung refresh kembali.</li>
</ul>
<p>Tadinya mau test lebih jauh hingga batere habis. Tapi berhubung harus jalan pagi2x nanti, jadi terpaksa harus full batere dulu.</p>
<p>Saya ambil OS-nya dari sini</p>
<p>https://www.blackberry.com/Downloads/contactFormPreload.do?code=06997F04A7DB92466A2BAA6EBC8B872D&#038;dl=71B46481B35C5F9C532570A8F094796B&#038;step=4</p>
<p>Kalau ada yang mau nyoba, resiko ditanggung sendiri yaa hehe</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gauli.com/2009/04/11/blackberry-storm-testing-os-122/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resensi Buku: Paman Gober Edisi 114 Tahun 16</title>
		<link>http://www.gauli.com/2009/03/10/resensi-buku-paman-gober-edisi-114-tahun-16/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=resensi-buku-paman-gober-edisi-114-tahun-16</link>
		<comments>http://www.gauli.com/2009/03/10/resensi-buku-paman-gober-edisi-114-tahun-16/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 19:36:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M. Prasodjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[unek-unek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gauli.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Udah lama pengen  nulis ini tapi kelupaan mulu. Saya adalah penggemar buku dan salah satunya termasuk penggemar donald bebek dan keluarganya. Setiap bulan selalu membeli buku2x baru. Bahkan hari ini sangat kebetulan sekali, ditoko buku yang menjual buku2x bekas saya memborong buku2x &#8220;Paman Gober&#8221; edisi tahun 2 dan tahun 1. hehehe. Tapi ketika membaca &#8220;Paman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Udah lama pengen  nulis ini tapi kelupaan mulu.</p>
<p>Saya adalah penggemar buku dan salah satunya termasuk penggemar donald bebek dan keluarganya. Setiap bulan selalu membeli buku2x baru. Bahkan hari ini sangat kebetulan sekali, ditoko buku yang menjual buku2x bekas saya memborong buku2x &#8220;<strong><em>Paman Gobe</em>r</strong>&#8221; edisi tahun 2 dan tahun 1. hehehe.</p>
<p>Tapi ketika membaca &#8220;<em><strong>Paman Gober</strong></em>&#8221; Edisi 114 Tahun 16,  dihalaman 77, cerita berjudul &#8220;<em><strong>Super Donal: Harta Dolce Paprika</strong></em>&#8220;, rasanya agak lain. Cerita ini mengisahkan bagaimana sang Super Donald, melakukan aksi balas dendam karena ketidak sukaannya pada Paman Gober dan kekesalannya karena Desi akan pergi ke pesta dengan Untung Bebek dengan melakukan FITNAH.</p>
<p>Cerita sejenis ini rasanya koq lain dengan kebiasaan-kebiasaan kisah cerita dari Walt Disney&#8217;s ini ?</p>
<p>Tidakkah mereka sadar kisah seperti ini seharusnya tidak layak dan tidak sepantasnya di terbitkan karena akan menjadi pelajaran buruk bagi anak2x yang membacanya.</p>
<p>Seharusnya editor lebih meneliti kembali kualitas kisah2x yang akan diterbitkan dong.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gauli.com/2009/03/10/resensi-buku-paman-gober-edisi-114-tahun-16/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terjebak Dalam Kebohongan Finansial Karena Rasa Sayang</title>
		<link>http://www.gauli.com/2008/08/19/terjebak-dalam-kebohongan-finansial-karena-rasa-sayang/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=terjebak-dalam-kebohongan-finansial-karena-rasa-sayang</link>
		<comments>http://www.gauli.com/2008/08/19/terjebak-dalam-kebohongan-finansial-karena-rasa-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 08:06:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shinta</dc:creator>
				<category><![CDATA[FAQ]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gauli.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah keluarga, permasalahan ini seringkali muncul. Apa yang akan Anda lakukan jika sanak saudara atau sahabat yang memiliki kebiasaan untuk meminta bantuan keuangan atau meminjam uang dan tidak tahu apakah akan kembali atau tidak kepada Anda? Ternyata Anda tidak sendirian. Dewi (33th), seorang pegawai swasta yang memiliki gaji lumayan yang dapat membuat hidupnya nyaman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Dalam sebuah keluarga, permasalahan ini seringkali muncul. Apa yang akan Anda lakukan jika sanak saudara atau sahabat yang memiliki kebiasaan untuk meminta bantuan keuangan atau meminjam uang dan tidak tahu apakah akan kembali atau tidak kepada Anda? Ternyata Anda tidak sendirian. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> </span><span id="more-69"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Dewi (33th), seorang pegawai swasta yang memiliki gaji lumayan yang dapat membuat hidupnya nyaman dan kecukupan. Sayangnya, gaji yang seharusnya lebih dari cukup untuk biaya hidup yang menyenangkan dan tabungan hari tua itu entah kemana. Menurut Dewi, gajinya selama ini seperti hanya numpang lewat. &#8220;</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Ada</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> hal lain yang membuatku tidak bisa mencukupi kebutuhanku apalagi menabung. Dan hal lain itu adalah saudaraku sendiri,” kata Dewi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Dewi memiliki seorang saudara perempuan, </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Anita</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">, yang sedang memiliki masalah keuangan. Bahkan </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Anita</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> seringkali menggunakan kartu kredit Dewi untuk membeli keperluannya. Sayangnya, </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Anita</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> sering lupa membayar tagihan dan bunganya. Dia juga sering lupa membayar sewa rumah dan sebagainya, dimana </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Anita</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> menggunakan nama Dewi sebagai penanggung. Alhasil, Dewi harus menutup tagihan ini ditambah dengan denda keterlambatan. “Biasanya Aku tak tega menagih biaya keterlambatan ini padanya. Padahal aku juga harus membayar tagihan dan keperluanku sendiri,” keluh Dewi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Hal yang sama juga dialami oleh Ina ibunda Sony. Sony sebenarnya sudah menikah dengan Arni. Namun mereka masih tinggal bersama Ina. Mereka juga sudah memiliki satu putra dan penghasilan sendiri. Namun setiap bulan, tak sepeserpun Ina menerima uang dari Sony maupun Arni. “Jangankan untuk belanja bulanan, untuk bayar telepon, listrik bahkan susu anaknyapun dari saya,” kata Ani. Padahal, sebagian besar tagihan yang harus dibayar Ina bukan untuk keperluannya sendiri melainkan keluarga anaknya. Bahkan sang menantu sering dengan entengnya mengatakan “Ma, susu adik habis, beliin dulu ya nanti saya ganti.”<span> </span>Dan tidak pernah sekalipun menantunya itu memberikan gantinya. Hal yang sama juga terjadi saat debt collector datang kerumah menagih hutang pada anak dan menantunya. Seringkali Inalah yang harus menghadapi mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Pinjaman yang terus menerus  dan permintaan bantuan yang tiada akhir ini ternyata menjadi beban emosional tersendiri bagi orang-orang seperti Dewi dan Ina. “Aku sering mencoba mengajaknya bicara dengan baik-baik dan membantu </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Anita</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> untuk menyelesaikan masalah keuangannya sendiri, mengajarkannya bagaimana melakukan<span> </span>budgeting dan tanggung jawab membayar kredit belanjaannya sendiri,” kata Dewi. &#8220;Tapi sepertinya dia tidak mengerti dan tidak pernah merasa ada yang salah. Ia selalu mengembalikan semuanya padaku,<span> </span>dan selalu berkata bahwa akulah saudaranya satu-satunya tempat dia bersandar. Sebagai saudara, akulah yang harus membantunya. Yang lebih menyakitkan lagi, dia membuatku merasa tidak melakukan apa-apa untuk membantunya dan ingin menelantarkannya.”<span> </span>Bagi Dewi, </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Anita</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> adalah tanggung jawabnya. “Saya tumbuh dari keluarga yang percaya bahwa keluarga adalah milik kita satu-satunya yang harus dijaga dan didukung sampai bisa berdiri sendiri,” tambah Dewi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Begitu juga dengan Ina. Sony selalu menganggap bahwa wajar jika mereka menjadi tanggung jawab ibunya. “Masak sih ibu mau hitung-hitungan sama anaknya,” kata kata inilah yang selalu membuat Ina diam. Jika Ina mulai meminta bantuan keuangan untuk membayar tagihan, Arni selalu menganggap ibu mertuanya terlalu perhitungan dan akibatnya Inapun bertengkar dengan Sony. Belum lagi jika sang cucu dijadikan “alat “. Meski akhirnya mengalah, Dewi dan Ina tetap merasakan saudara dan anaknya sebagai beban, baik secara ekonomi maupun secara emosional. Dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Kadang keduanya menatap orang-orang yang dicintainya sambil bertanya “apa yang ka</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">lia</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">n lakukan padaku?” namun jawabnya selalu maaf dan cinta. “aku selalu tidak ingin melukai mereka, dan berharap mereka sadar dan berhenti menyakitiku,” kata keduanya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Seorang ahli finansial, </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Suze Orman, dalam websitenya mengatakan hal seperti ini terjadi di seluruh dunia. “Mereka jelas saling mengasihi dan saling menjaga satu sama lain, Namun bagaimana jika saya katakan bahwa tindakan yang sehraunya menjadi bukti cinta ini sebenarnya malah akan menghancurkan masa depan orang yang Anda kasihi? Termasuk juga cucu Ina? Akankah mereka masih melakukannya?”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Menurut Suze, saat bicara tentang uang dan hubungannya dengan orang-orang terdekat, baik itu sahabat maupun saudara kebanyakan orang akan bilang iya. Dan sebagian besar kata iya ini berasal dari ketakutan. “Katakutan akan dianggap tidak sayang lagi, dianggap tidak perduli dan sebagainya. Ketakutan dia tidak akan mencintai Anda lagi, dan hal-hal semacam itu,” kata Suze, “Kita harus belajar untuk berkata tidak pada orang yang kita sayangi, jika saatnya tiba.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Dalam kasus seperti Dewi dan Ina, Suze ingin tahu apa yang mereka kira akan dipikikan </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Anita</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">, Sony dan Arni serta cucu Ina jika mereka berdua keluar dari kehidupan orang disayanginya secara finansial? Hal ini penting karena jika keputusan itu diambil, tidak boleh tanggung-tanggung. Jangan sampai jika saat ini kita minta melakukan tanggung jawabnya sendiri namun dilain waktu kita memberikan kelonggaran itu kembali. Karena sedikit banyak Dewi dan </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Anita</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> juga ikut andil dalam permasalahan ini. “jika Anda memperbaiki permasalahan keuangan semacam ini dengan memberikan uang, maka Anda tidak menyelesaikan apapun. Anda membiarkan permasalahan itu tetap ada,” kata Suze. “Memang mengatakan ya dan memberikan apa yang mereka minta merupakan jalan yang terlihat paling mudah, dibanding dengan mengatakan tidak dan membiarkan mereka menghadapi masalah mereka dan belajar menyelesaikannya sendiri dan memahami untuk lebih hati-hati di masa nanti,” tamba Suze.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Meskipun niatnya adalah berbagi, membantu dan saling menjaga, tatapi benarkah demikian? “Sebenarnya yang mereka bagi adalah jalan menuju kegagalan dan kemisikinan. Mereka membagi ketidak berdayaan<span> </span>dan masalah keuangan, bukan uang itu sendiri. Kalau </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Anita</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> dan Ina membagi uangnya, maka sebaliknya orang yang mereka kasihi membagi “tidak punya apa-apa” mereka,” terang Suze. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Bagi </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Anita</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">, dan Sony sekeluarga, setiap kali mereka berbelanja, mereka menggunakan uang yang tidak pernah mereka miliki, dan ini menjadi sebuah kebiasaan. Setiap kali menghindari tanggung jawab keuangan Mereka dan menikmatinya, maka itu menjadi sebuah </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">gaya</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> hidup yang sulit diingkari. Dan ini adalah sebuah kebohongan finansial yang menyesatkan. Sebuah kebohongan yang membuat orang yang tidak Anda sayangi terjebak dalam kehidupan keuangan palsu. <span> </span>Mereka tidak berpijak di kaki mereka sendiri dan lebih parahnya lagi, mereka tidak menyadarinya. Andapun telah terjebak dalam kebohongan finansial karena hal ini. Jadi hentikan sekarang juga dan berubah. Hiduplah sebagai diri Anda sendiri, yang bertanggung jawab pada keuangan Anda sendiri. Dan lakukan hal yang sama pada orang disekitar Anda.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gauli.com/2008/08/19/terjebak-dalam-kebohongan-finansial-karena-rasa-sayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resensi Buku: The Wisdom of Menopouse</title>
		<link>http://www.gauli.com/2008/07/04/resensi-buku-the-wisdom-of-menopouse/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=resensi-buku-the-wisdom-of-menopouse</link>
		<comments>http://www.gauli.com/2008/07/04/resensi-buku-the-wisdom-of-menopouse/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 05:54:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shinta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gauli.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[The Wisdom of Menopause: Menciptakan kesehatan fisik dan emosional dan penyembuhan diri selama masa perubahan Oleh: Dr. Christiane Northrup Dr. Christiane Northrup merupakan salah satu ahli medis yang terpercaya di kalangan wanita wanita Amerika. Dalam bukunya yang berjudul Women&#8217;s Bodies, Women&#8217;s Wisdom, dia menunjukan bahwa apa yang diderita para wanita baik secara medis maupun tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><strong><span style="font-family: Arial; color: blue;">The Wisdom of Menopause: Menciptakan kesehatan fisik dan emosional dan penyembuhan diri selama masa perubahan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"><span> </span>Oleh: Dr. Christiane Northrup <span> </span></span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> Dr. Christiane Northrup merupakan salah satu ahli medis yang terpercaya di kalangan wanita wanita Amerika. Dalam bukunya yang berjudul </span><em><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Women&#8217;s Bodies, Women&#8217;s Wisdom, </span></em><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">dia menunjukan bahwa apa yang diderita para wanita baik secara medis maupun tidak seringkali bermula dari dalam hidup mereka sendiri. Semua ini dapat diatasi dan mereka bisa kembali ehat hanya dengan belajar mendengarkan tubuh dan jiwa mereka sendiri. Dr. Northrup<span> </span>juga mencoba mengintegrasikan teknik pengobatan modern dengan perbaikan direi secara alami dari dalam tubuh kita sendiri. Ia menawarkan kepada pembaca berbagai bimbingan untuk menemukan pendekatan yang sesuai bagi dirinya sendiri. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-59"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Kali ini dalam bukunya yang berjudul <em>“The Wisdom of Menopouse” </em><span> </span>Dr. Northrup sekali lagi menentang pendapat bahwa <span> </span>tentang “perubahan” (tentu saja yang dialami wanita) yang ada selama ini. Menurutnya, “perubahan” bukan sekedar kumpulan masalah fisik yang harus “diperbaiki, baik itu dengan pemberian hormone, pengobatan ataupun herbal seperti yang banyak diiklankan dan dijual orang selama ini. <span> </span>Namun perubahan ini merupakan revolusi tubuh dan pikiran kita yang justru akan memberikan peluang besar untuk lebih berkembang di masa dewasa. Dalam buku inilah, Dr. Northrup mencoba mengupas dan menguji hubungan antara menopause dengan kehidupan mental, spiritual dan emosional wanita. Dia menekankan pada apa dan bagaimana kehidupan yang dipilih para wanita sekarang ini. Mulai dari kualitas hubungannya dengan sekeliling sampai ke kualitas diet yang dipilihnya, yang mungkin dapat memperbaiki kualitas hidup, kesehatan dan memberikan keuntungan bagi masa depannya atau malah merugikan dirinya dimasa nanti. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Buku ini ditulis<span> </span>berdasarkan pengalaman “prubahan” yang dialami Dr. Northrup sendiri. Jadi bisa dikatakan, bagi sang penulis buku ini seperti sebuah tranformasi sejarah medis yang menyentuh hati, yang dijalaninya sendiri. Dari sini ia berharap pembaca<span> </span>dapat belajar : </span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="color: black;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Bagaimana menjadikan menopause yang secara      harafiah diterjemahkan sebagai pembatasan otak, menjadi sebuah pencetus      pergeseran prioritas diri wanita sebagai tempat “bersarang” <span> </span>dan “beranak pinak” serta penjaga atau      pengasuh, <span> </span>menjadi wanita yang      tumbuh, penuh cinta, memiliki jati diri dan bahagia</span></li>
<li class="MsoNormal" style="color: black;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Mendengarkan alarm dan panggilan dari dalam diri      sendiri dalam siklus alaminya, seperti PMS, SMD sampai gejala menopause.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="color: black;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Bagaimana tubuh mampu melakukan penyesuaian      secara alami, seperti perubahan hormon, dan melakukan berbagai keputusan      yang tepat sehubungan dengan berbagai perubahan yang dialaminya, terapi      yang diinginkan <span> </span>dan alternative serta      resikonya.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="color: black;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Bagaimana cara menyeimbangkan metabolisme yang      berubah menjadi tidak seimbang dan mencegah berkembangnya gejala middle-age      yang negative.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="color: black;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"><span> </span>Bagaimana      bersikap dan menghadapi berbagai mitos yang bermunculan baik itu dalam hal      menopause sendiri maupun urusan seksualitas yang muncul akibat perubahan      pada masa menopause.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="color: black;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Bagaimana caranya mencegah dan mengatasi masalah      kesehatan jangka panjang seperti penurunan pertumbuhan sel dan fungsinya,      jantung, kanker yang terkait dengan hormone dan penurunan fungsi memori. </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Buku <em>the Wisdom of Menopouse </em>juga menjelaskan perubahan perubahan yang akan terjadi dan yang harus dicermati saat seorang wanita memasuki usia 40 – 55. Dr. Northrup mencoba melihat perubahan-perubahan ini sebagai sesuatu yang alami dan justru dapat membuat wanita makin “hidup” dan menemukan jati diri sebagai wanita dewasa. Perasaan ketakutan, stress bahkan depresi yang dialami dan dipikirkan oleh para wanita saat menghadapi menopause itulah yang justru membawa hal buruk yang merugikan para wanita itu sendiri. Sebagai gantinya, wanita harus lebih dapat mendengarkan pesan dari dalam tubuhnya sendiri, jiwanya, yang nyata meski jarang didengar maupun diperhatikan. Pesan-pesan ini jika didengar dan ditanggapi dengan baik dan benar akan memberikan energi posistif yang dapat memberikan empowerment diri membawanya pada kesehatan jiwa dan tubuh yang bebas dari depresi.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Menurut beberapa orang yang sudah membacanya, buku ini bisa cukup menenangkan bagi para wanita lho. Bahkan dalam salah satu shownya, Oprah mengakui bahwa buku merupakan “bible” yang harus dibawanya<span> </span>kemanapun ia pergi setelah ia memasuki usia menopouse. Buku ini juga yang membantunya memahami apa yang dialaminya dan menjalani masa yang menakutkan bagi sebagian besar wanita ini. <span> </span>“Pernah saat saya berada di Hawai, buku ini ketinggalan. Saya langsung minta buku itu untuk dikirimkan super kilat,” kata Oprah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gauli.com/2008/07/04/resensi-buku-the-wisdom-of-menopouse/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HSBC Menyamar Sebagai Tiki ????</title>
		<link>http://www.gauli.com/2008/05/15/hsbc-menyamar-sebagai-tiki/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hsbc-menyamar-sebagai-tiki</link>
		<comments>http://www.gauli.com/2008/05/15/hsbc-menyamar-sebagai-tiki/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 14:59:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M. Prasodjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gauli.com/2008/05/15/hsbc-menyamar-sebagai-tiki/</guid>
		<description><![CDATA[Berkali-kali telp rumah menerima telp dari seseorang yang mengaku dari TIKI yang akan mengantarkan barang yang katanya alamatnya tidak lengkap karena hanya menyebutkan nama komplek tempat tinggal saya saja tanpa nomor dan alamat jelas. Akan tetapi dia memiliki nama dan nomor telp. Pada tanggal 13 Mei 2008, Penelepon tersebut menggunakan nomor 021-52964105 menelepon ke nomor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berkali-kali telp rumah menerima telp dari seseorang yang mengaku dari TIKI yang akan mengantarkan barang yang katanya alamatnya tidak lengkap karena hanya menyebutkan nama komplek tempat tinggal saya saja tanpa nomor dan alamat jelas.<br />
Akan tetapi dia memiliki nama dan nomor telp.</p>
<p>Pada tanggal 13 Mei 2008, Penelepon tersebut menggunakan nomor 021-52964105 menelepon ke nomor HP saya.<br />
Pada waktu itu, sambil berbicara di telp yang sengaja saya lama-lamakan, saya melakukan pencarian via om google terhadap nama perusahaan yang dikatakan mengirimkan paket tersebut dan nomor telepon yang tertera di hp saya.</p>
<p>Hasilnya adalah tadaaaaaaaaaaaaaaaaa&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p><a href="http://www.yellowpages.co.id/business_profile.aspx?id=A120725H38">http://www.yellowpages.co.id/business_profile.aspx?id=A120725H38</a></p>
<p>Nomor tersebut adalah nomor milik <span style="font-weight: bold">HSBC</span></p>
<p>Jadi pertanyaan dia yang menanyakan alamat lengkap dan lain sebagainya ku jawab aja asal-asalan.</p>
<p>Jadi hati-hati bila menerima telepon yang menanyakan macam-macam apalagi sampai menanyakan data pribadi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gauli.com/2008/05/15/hsbc-menyamar-sebagai-tiki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Innalillahi&#8230;.., Selamat Jalan Pak Harto..</title>
		<link>http://www.gauli.com/2008/01/27/innalillahi-selamat-jalan-pak-harto/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=innalillahi-selamat-jalan-pak-harto</link>
		<comments>http://www.gauli.com/2008/01/27/innalillahi-selamat-jalan-pak-harto/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jan 2008 13:22:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M. Prasodjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gauli.com/2008/01/27/innalillahi-selamat-jalan-pak-harto/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, telah berpulang ke-Rahmatullah, mantan presiden kita Bapak Suharto. Semoga amal ibadahnya diterima disisinya. Amin]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini, telah berpulang ke-Rahmatullah, mantan presiden kita Bapak Suharto.</p>
<p>Semoga amal ibadahnya diterima disisinya.</p>
<p>Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gauli.com/2008/01/27/innalillahi-selamat-jalan-pak-harto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menemukan File dengan Extensi Khusus Menggunakan Google ?</title>
		<link>http://www.gauli.com/2008/01/13/bagaimana-menemukan-file-dengan-extensi-khusus-menggunakan-google/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bagaimana-menemukan-file-dengan-extensi-khusus-menggunakan-google</link>
		<comments>http://www.gauli.com/2008/01/13/bagaimana-menemukan-file-dengan-extensi-khusus-menggunakan-google/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2008 05:40:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M. Prasodjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[FAQ]]></category>
		<category><![CDATA[Googling]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[find file]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gauli.com/2008/01/13/bagaimana-menemukan-file-dengan-extensi-khusus-menggunakan-google/</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan soal menjawab pertanyaan untuk mencari file lewat google Misalnya kita ingin mencari film secara general maka kita bisa menggunakan keyword seperti contoh berikut avi&#124;mpg&#124;mpeg&#124;wmv&#124;rmvb&#124;3gp pras ganteng Maksudnya, temukan yang mengandung pras dan ganteng dan (avi atau mpg atau mpeg atau wmv atau rmvb atau 3gp) bisa juga kita tambahkan seperti contoh berikut avi&#124;mpg&#124;mpeg&#124;wmv&#124;rmvb&#124;3gp pras [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melanjutkan soal menjawab pertanyaan untuk mencari file lewat google</p>
<p>Misalnya kita ingin mencari film secara general maka kita bisa menggunakan keyword seperti contoh berikut</p>
<p>avi|mpg|mpeg|wmv|rmvb|3gp pras ganteng</p>
<p>Maksudnya, temukan yang mengandung pras dan ganteng dan (avi atau mpg atau mpeg atau wmv atau rmvb atau 3gp)</p>
<p>bisa juga kita tambahkan seperti contoh berikut</p>
<p>avi|mpg|mpeg|wmv|rmvb|3gp pras ganteng rapidshare.com</p>
<p>Maksudnya, temukan yang mengandung pras dan ganteng dan (avi atau mpg atau mpeg atau wmv atau rmvb atau 3gp) dan mengandung kata rapidshare.com</p>
<p>Nah selamat berimaginasi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gauli.com/2008/01/13/bagaimana-menemukan-file-dengan-extensi-khusus-menggunakan-google/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menemukan File Menggunakan Google ?</title>
		<link>http://www.gauli.com/2008/01/13/bagaimana-menemukan-file-menggunakan-google/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bagaimana-menemukan-file-menggunakan-google</link>
		<comments>http://www.gauli.com/2008/01/13/bagaimana-menemukan-file-menggunakan-google/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jan 2008 18:57:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M. Prasodjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[FAQ]]></category>
		<category><![CDATA[Googling]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gauli.com/2008/01/13/bagaimana-menemukan-file-menggunakan-google/</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan diatas sering kali ditanyakan pada saya. Pencarian menggunakan search engine bekerja berdasarkan keyword. Sehingga kita harus menggunakan key yang baik untuk bisa menemukannya. Kebanyakan orang yang bertanya berharap bahwa dengan memasukan sebuah key, maka apa yang diharapkan segera muncul di link teratas dari harapannya. Hanya saja apakah hal itu akan selalu terjadi ? Belum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan diatas sering kali ditanyakan pada saya.</p>
<p>Pencarian menggunakan search engine bekerja berdasarkan keyword. Sehingga kita harus menggunakan key yang baik untuk bisa menemukannya. Kebanyakan orang yang bertanya berharap bahwa dengan memasukan sebuah key, maka apa yang diharapkan segera muncul di link teratas dari harapannya. Hanya saja apakah hal itu akan selalu terjadi ? Belum tentu. Butuh banyak kesabaran untuk bisa mendapatkannya. Key yang baik tentu saja akan sangat membantu kita untuk mendapatkan hasil yang lebih mendekati apa yang kita cari.</p>
<p><span id="more-50"></span><br />
File, dalam hal ini saya akan mencoba melakukan pencarian terhadap sebuah program bernama Lockngo versi bajakannya. (Ini hanya sekedar contoh dan bukan bermaksud mengajari untuk mencari bajakan).</p>
<p>Dalam bayangan saya, tentu orang bertukar file ini pada forum-forum dan meletakkannya pada server yang menyediakan service sharing file. Maka saya mulai pencarian tersebut dengan kata-kata yang umum digunakan untuk menggambarkan pertukaran file tersebut.</p>
<p>Berikut adalah contoh keyword yang saya gunakan untuk pencarian tersebut</p>
<ul>
<li> lockngo full download</li>
<li>lockngo crack</li>
<li>lockngo&#8221;rapidshare.com/files/&#8221;|&#8221;rapidshare.de/files/&#8221;|&#8221;esnips.com/doc/&#8221;|&#8221;yourfilehost.com&#8221;|&#8221;mediafire.com&#8221;|</li>
<li>lockngo intext:rapidshare.com/files</li>
</ul>
<p>Berikut daftar nama server yang menyediakan service sharing file</p>
<p>rapidshare.com<br />
rapidshare.de<br />
megaupload.com<br />
sexuploader.com<br />
mytempdir.com<br />
slil.ru<br />
sendspace.com<br />
turboupload.com<br />
speedshare.org<br />
hyperupload.com<br />
getfile.biz<br />
depositfiles.com<br />
webfile.ru<br />
fileshare.in.ua<br />
rapidupload.com<br />
yourfile.org<br />
yourfilehost.com<br />
filehd.com<br />
mooload.com<br />
letitbit.net<br />
filepost.ru<br />
justupit.com<br />
simpleupload.de<br />
2shared.com<br />
yourfilelink.com<br />
files.to<br />
savefile.com<br />
filebest.ru<br />
freefileupload.net<br />
4shared.com<br />
netload.us<br />
uploading.com<br />
f-forge.com<br />
f-forge.com<br />
hotfile.ru<br />
ifolder.ru<br />
oxyshare.com<br />
filecloud.com<br />
datenklo.net<br />
zshare.net<br />
filefactory.com<br />
filespace.ru<br />
badongo.net<br />
easy-sharing.com<br />
upload2.net<br />
dosyaekle.com<br />
up-file.com<br />
rapidshare.fr<br />
uploadyourfiles.de<br />
quickdump.com<br />
megashares.com<br />
box.net<br />
takdata.com<br />
bonpoo.com<br />
share.am<br />
recfile.com<br />
speedyshare.com<br />
free-transfer.de<br />
mediafire.com<br />
come2store.com<br />
ultrashare.de<br />
rapidsafe.de<br />
rapidshare.ru<br />
filecache.de<br />
shareua.com<br />
up.spbland.ru<br />
mihd.net<br />
sceneupload.net<br />
bigshare.net</p>
<p>Tentunya anda bisa berimajinasi lebih baik lagi dengan semua kemungkinan dari contoh diatas.</p>
<p>Happy Hunting !!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gauli.com/2008/01/13/bagaimana-menemukan-file-menggunakan-google/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

