M. Prasodjo & Shinta K

Just AnyThing I Want To Write aka Timbunan Segala Hal Yang Terpikir

Archive for the ‘curhat’ Category

Trisemester Kedua Kehamilanku

without comments

Kini aku sudah meninggalkan trisemester kedua dan memasuki trisemester ketiga. Pengalaman trisemester kedua sendiri tidak begitu tercatat dan terasa. Maklum, ditrisemester kedua ini banyak sekali deadline yang harus dikejar dan dikerjakan. Banyak kesibukan menyenangkan yang membuatku tidak mencatat secara detil hari perhari.
Hal paling menyenangkan dan berkesan saat memotret (3D) babyku tersayang. Sangat luar biasa mengetahui seorang anak yang begitu tampan tumbuh di dalam perutku.

Read the rest of this entry »

Written by shinta

August 18th, 2008 at 9:41 pm

Posted in curhat, gauli

HSBC Menyamar Sebagai Tiki ????

with 2 comments

Berkali-kali telp rumah menerima telp dari seseorang yang mengaku dari TIKI yang akan mengantarkan barang yang katanya alamatnya tidak lengkap karena hanya menyebutkan nama komplek tempat tinggal saya saja tanpa nomor dan alamat jelas.
Akan tetapi dia memiliki nama dan nomor telp.

Pada tanggal 13 Mei 2008, Penelepon tersebut menggunakan nomor 021-52964105 menelepon ke nomor HP saya.
Pada waktu itu, sambil berbicara di telp yang sengaja saya lama-lamakan, saya melakukan pencarian via om google terhadap nama perusahaan yang dikatakan mengirimkan paket tersebut dan nomor telepon yang tertera di hp saya.

Hasilnya adalah tadaaaaaaaaaaaaaaaaa………….

http://www.yellowpages.co.id/business_profile.aspx?id=A120725H38

Nomor tersebut adalah nomor milik HSBC

Jadi pertanyaan dia yang menanyakan alamat lengkap dan lain sebagainya ku jawab aja asal-asalan.

Jadi hati-hati bila menerima telepon yang menanyakan macam-macam apalagi sampai menanyakan data pribadi.

Written by ara

May 15th, 2008 at 9:59 pm

Posted in Info, Sharing, curhat

UU ITE: Antara Homosuperior dan Homosapien

with 2 comments

Indonesia sekarang ini telah resmi miliki UU ITE. Tapi apakah efektif ?

Dunia ini dihuni oleh sekelompok mahluk homosuperior yang menghuni dunia maya, dan sisanya adalah kaum homo sapien yang menghuni dunia nyata. Diantara keduanya ada masyarakat kaum ampibi yang hidup di kedua dunia.

Kaum homo sapien yang menghuni dunia nyata, kini berniat menerapkan aturan dunia mereka pada dunia kaum homo superior yang hidup di dunia maya. Tentunya hal ini hanya dimungkinkan bila mereka memiliki pasukan ampibi yang cukup untuk mengawasi segalanya. Tanpa mengenal dunia maya, jelas akan sulit menerapkan apapun dari dunia nyata kedalamnya. Dan diperlukan pendidikan yang cukup sehingga tidak terjadi munculnya kaum “Ampibi Wannabe” yang berkeliaran menuduh ke kiri dan ke kanan tanpa dasar dan pengetahuan yang mungkin bagi kaum homosapien di dunia nyata terdengar hebat tapi merupakan guyonan yang sangat tidak lucu bagi masyarakat dunia maya yang dihuni kaum homosuperior.

Read the rest of this entry »

Written by ara

March 28th, 2008 at 3:05 pm

Mengingat Kenikmatan Dunia Bayangan

without comments

Hari ini dalam istirahat sakitku, akhirnya berkesempatan menonton beberapa film yang tersimpan dan belum sempat di tonton. Salah satunya adalah Hackers: Outlaws & Angels keluaran Discovery Channel.

Melihat Captain Zap, KP dan lain-lain membuatku teringat masa-masa dulu. Kenangan indah dengan rekor jumlah keberhasilan yang belum berhasil aku pecahkan sendiri. Walaupun sudah beberapa kali mencobanya. Mengenang persembunyian dibalik nama-nama ajaib, “merajut” kasih diantara mesin yang tak mengenal lagi teritori.

Rekor jumlahku adalah 152 dalam 30 hari, dan tentunya dengan percabangan dalam 152 tersebut. Maksudnya 152 adalah bagian “main”-nya. Dan ternyata catatan dari ke 152 tersebut masih tersimpan di-”sana” dan beberapa masih bisa di-”fungsi”-kan. :-ss Mengerikan… setelah sekian lama.

Teringat nama-nama yang dulu sering bersarang di layarku, yg beberapa bulan ini (nyaris 1 tahun mungkin) tak ku tampilkan dilayarku. Bagaimana kabar mereka ?

Dan tak lupa satu pesan untukku sendiri, “Aku tak pernah lupa kenikmatannya”

Hehehehehehehehe

Written by ara

January 19th, 2008 at 7:19 pm

Posted in curhat

Ibu-ibu yang EGOIS!!!

with 4 comments

Ibu-ibu yang EGOIS!!!

“JANGAN MEROKOK, DONG!!!”
Begitulah seorang ibu-ibu berkata pada beberapa orang yang sedang merokok, termasuk saya, di futcor Mall Ambasador tadi.

Saya spontan bertanya, “Memang kenapa buu ?”.

“Ya ini kan ada anak saya yang masih kecil”, jawabnya.

“Lalu kenapa dia duduk disini ?”, Jawabku, “Lebih baik pindah ke kursi lain”, lanjutku.

“Ya, dia ingin duduk disini, jadi tolong berhenti merokok. Jangan egois.”, kata si ibu.

“Egoiss !!!!!!!!!!!!!??????????”, banyak suara terdengar.

Gua ketawa sambil geleng-geleng….

“Bu, ibu ngak cocok ngomong gitu disini. Lebih baik ibu pindah tempat deh.. kita-kita mau merokok disini”, jawab seseorang sambil tertawa.

“Dasar ibu-ibu egoiss… huh”

Sambil semua tetap merokok di ruangan berlabel, “smoking room” itu.

Written by ara

July 20th, 2007 at 4:25 pm

Posted in curhat, gauli

Urutan Prioritas Kendaraan Di Jalan Raya

without comments

Kemarin kebetulan saya melihat sebuah ambulan yang tengah meraung-raung berhenti tepat ditengah jalan perempatan kuningan jakarta, sementara mobil-mobil didepannya melaju cepat menghalangi ambulan tersebut lewat.

Diseberangnya, nampak seorang anggota polisi tengah tertawa-tawa menggunakan handphonenya.

Mengapa cuek begitu ya ? Ada satu nyawa yang mungkin sedang dipertaruhkan didalamnya. Sementara kalau sirine tersebut adalah sirine mobil pengawal pejabat mungkin dia akan segera bergerak menghalangi jalan, termasuk ambulan tersebut akan diberhentikan. Rasanya sudah banyak yang melihat hal tersebut.

Padahal, menurut Pasal 65 PP 43/1993 kendaraan(2) yang wajib didahulukan adalah (berdasarkan prioritas):

  • pemadam kebakaran
  • ambulans
  • kendaraan utk menolong laka lintas,
  • rombongan kepala negara atau tamu negara
  • rombongan jenazah
  • (konvoi di atas tidak perlu dikawal pertugas yg berwenang/ atau ada isyarat/ tanda2 lain)
  • konvoi/ pawai/ kendaraan orang cacat
  • kendaraan yg penggunaannya utk keperluan khusus/ mengangkut
  • barang khusus

Nah, Kalau Polisi yang “lebih” tahu dan harusnya jadi panutan disiplin peraturan saja cuek apalagi yang lainnya ?

Tapi saya yakin polisi tersebut akan berlari tergopoh-gopoh dan segera menyiapkan pengawalan kalau ternyata didalam ambulan tersebut adalah atasannya atau anaknya.

link terkait : http://www.lantas.metro.polri.go.id/org/index.php?id=2

Written by ara

June 7th, 2007 at 2:16 pm

Posted in Opini, curhat

Pengetahuan Yang Menjadi Candu

with one comment

Kemarin gua ditanya tentang, “bisa bantu tau seseorang ngak ?”. Singkatnya gua jawab, “bisa”.
Tapi tau sadar ngak kalau hal seperti ini bisa menjadi candu ?

Ketika kita tidak mengetahui sama sekali tentang sesuatu, biasanya kita akan cuek saja dengan keadaan. Bahkan mungkin timbul kondisi tidak mau tahu.

Tapi disaat lain, ketika kita mulai mengetahui, biasanya kita menginginkan yang lebih lagi. Misalnya bila kamu mengetahui pasanganmu suka berbohong. Sekali kita mendapatkannya, mungkin kita akan terus melihat dan memantaunya. Sekali kamu bisa dengan mudah tau apa saja isi dompetnya, mungkin dengan gampang kamu bakalan terus ngelirik dan tanpa sadar terus ngelirik.

Ini sih pengalaman pribadi gua sendiri. Gua orang yang selalu pengen tahu segala macam. Gua demen banget yang namanya ngebaca, meneliti, eksperimen. Sampai-sampai dulu gua ngak terlalu peduli berapa duit yang gua keluarin untuk semua “pelajaran” gua.
Bayangin aja. Siapa sih orang yang bikin lab fiber, X.25, SS7 dan lain-lain buat lab pribadi dirumah ? Kira-kira sendiri deh berapa duit yang gua keluarin buat itu. Kebayangkan kemana larinya semua duit gua selama ini. hehe

Tapi benar. Sekali elu ngerasain kenikmatan ketika bisa melakukan sesuatu mungkin sekali elu bakalan kecanduan untuk selalu tau dan tau apapun tanpa sadar berapa banyak waktu dan tenaga telah dihabiskan.

Dan akhirnya tanpa sadar kamupun akan berdiri disamping “pecinta misteri” dan menjadi bagian dari “dewa pengetahuan”.

Pesan moral gua : Pilih pengetahuan yang baik untuk di candui atau berjuang untuk berhenti dititik dimana kamu masih bisa kembali.

Written by ara

April 26th, 2007 at 3:15 pm

Posted in Opini, curhat, unek-unek

(UN)proxl Bagian 3

with 2 comments

Menyambung http://mprasodjo.multiply.com/journal/item/463

Hari ini sebagai kelanjutan masalah kemarin yang menurut *katanya* akan diselesaikan hari ini, telah terjadi pembicaraan yang sangat aneh.

Sedikit potongan email tanggal 6 Februari, agar sedikit mengetahui duduk perkaranya.

———cut———-
> cetak billingnya adalah tanggal 16/month. Karena sekarang sudah
> tanggal 06 Feb’07, Saya sarankan untuk pengaktifannya nanti saja
> setelah tgl. 16 Feb’07. Sebab apabila diaktifkan sekarang mungkin
> pemakaiannya jadi tidak genap 1 bln/tdk maksimal, kecuali memang Pak
———-cut———–

dijawab oleh rekan saya

———————
(Cut nama marketingnya)
Ok confirm aktifkan tanggal 16 Feb 07.
——————-

dijawab balik dari sang marketing

—————————————-

Siap! Pak (cut nama rekan saya)

—————————————-

Dan hari ini, dalam pembicaraan ter-record begitu pula dengan sms pihak XL mengatakan kurang lebih sebagai berikut:

“Seharusnya konfirmasi ini dilakukan pada saat diaktifkan. Cara konfirmasi seperti diatas adalah salah. Jadi kejadian ini bukan murni kesalahan pihak XL tapi kesalahan KEDUA BELAH PIHAK”

*Gubrakkkkkkkkkkkkkk !!!!!!!!!!!!!!!!!!

Pertanyaaan : Kapan peraturan ini dibuat ? baru saja ? setahun lalu ? di jaman peradaban maya ? Lalu diatas itu bukan sebuah konfirmasi bahwa kedua belah pihak setuju pengaktifan dilakukan tanggal 16 feb ? apakah ada peraturan seperti itu ?

*oot dikit, terpikir: ini aku salah telp kali yaa, ini perusahaan telekomunikasi kan bukan jasa badut ? jangan2x telkom ngacok lagi jadi salah sambung.

Jadi inti pembicaraan adalah, karena marketing yang sekarang adalah marketing pengganti (jadi dari bulan oktober, ini marketing yg ke-3 karena yang sebelumnya resign) maka dia menunggu keputusan dari yang lebih tinggi alias tidak bisa memutuskan apapun dan sedang berusaha menghubungi marketing sebelumnya yang membuat konfirmasi tersebut untuk penyelesaiannya.

Nampaknya disini akan terjadi lempar melempar tanggung jawab. Sementara sang pelanggan dibiarkan termanggu menatap tagihan yang tetap belum berubah hingga saat ini ditulis masih tercantum 1.6 juta.

Kemudian saya diminta tetap membayar Rp. 249.000 dahulu untuk pelayanan yang tidak bisa dinikmati selama 10 hari ini. Tanggapan saya ???? SAYA TIDAK BERSEDIA !!!!! Apalagi tadi iseng saya mengecek di ATM tagihan saya tetap 1.6juta.

Menurut pihak XL hal tersebut karena belum dilakukan perubahan setting.

Saya jadi ingin mencoba membuat counting yang sama dengan yang saya lakukan dulu untuk perusahaan lain sekelas XL. Mari kita lihat kira2x bagaimana kecepatan respon, goodwill dari perusahaan sekelas XL agar bisa dinilai oleh masyarakat umum mengenai kualitas pelayanannya sehingga dapat tercipta seleksi alam.

Dan kali ini, seperti sebelumnya, saya akan menyertakan semua nama dan bukti dalam bentuk email dan rekaman pembicaraan, begitu counting saya mulai.

Tapi seharusnya sebagai sebuah perusahaan yang *telah merasa* internasional bisa memberikan pelayanan yang baik dengan memperhatikan aturan service dan komplain. Rasanya followup dengan cara melempar-lempar masalah seperti ini bukanlah sebuah gambaran yang baik dari sebuah perusahaan layanan publik yang vital seperti ini.

*Sedang menulis versi lengkapnya

Written by ara

March 22nd, 2007 at 6:43 pm

Posted in curhat, gerem, unek-unek