Archive for April, 2007
Mengorganisasi File
Melirik sebentar dalam data yang tersimpan rapih dalam kerajaan direktori kita. Mungkin kita akan terkejut dengan banyaknya file yang kita simpan. Berbagai nama file yang kadang kita sudah lupa lagi apa isinya tanpa membukanya. Itulah hal yang sering terjadi pada orang-orang yang kerjanya berhadapan dengan file-file
Saya menulis ini hanya sebagai sumbang ide saja sih. Abis sering banget kesel sama temen-temen yang setengah mati nyari file.
- Lebih baik nama file diberikan dengan nama yang bisa menunjukan apa yang sedang kita ketikan. Dan bila memiliki beberapa editan yang berbeda dan ingin disimpan, lebih baik berikan nomor urut atau tanggal.Jangan takut kepanjangan, karena nama file di sistem operasi sekarang ini sudah mampu koq menampung nama yang panjang hingga 255 karakter.
- Gunakan direktori. Bagi semua dalam direktori yang akan lebih memudahkan kita mengenali perbedaan setiap isinya.
2 hal diatas adalah hal terpenting dalam organisasi file agar kita tak lupa dengan apa yang kita cari.
Mudah-mudahan berguna.
Pengetahuan Yang Menjadi Candu
Kemarin gua ditanya tentang, “bisa bantu tau seseorang ngak ?”. Singkatnya gua jawab, “bisa”.
Tapi tau sadar ngak kalau hal seperti ini bisa menjadi candu ?
Ketika kita tidak mengetahui sama sekali tentang sesuatu, biasanya kita akan cuek saja dengan keadaan. Bahkan mungkin timbul kondisi tidak mau tahu.
Tapi disaat lain, ketika kita mulai mengetahui, biasanya kita menginginkan yang lebih lagi. Misalnya bila kamu mengetahui pasanganmu suka berbohong. Sekali kita mendapatkannya, mungkin kita akan terus melihat dan memantaunya. Sekali kamu bisa dengan mudah tau apa saja isi dompetnya, mungkin dengan gampang kamu bakalan terus ngelirik dan tanpa sadar terus ngelirik.
Ini sih pengalaman pribadi gua sendiri. Gua orang yang selalu pengen tahu segala macam. Gua demen banget yang namanya ngebaca, meneliti, eksperimen. Sampai-sampai dulu gua ngak terlalu peduli berapa duit yang gua keluarin untuk semua “pelajaran” gua.
Bayangin aja. Siapa sih orang yang bikin lab fiber, X.25, SS7 dan lain-lain buat lab pribadi dirumah ? Kira-kira sendiri deh berapa duit yang gua keluarin buat itu. Kebayangkan kemana larinya semua duit gua selama ini. hehe
Tapi benar. Sekali elu ngerasain kenikmatan ketika bisa melakukan sesuatu mungkin sekali elu bakalan kecanduan untuk selalu tau dan tau apapun tanpa sadar berapa banyak waktu dan tenaga telah dihabiskan.
Dan akhirnya tanpa sadar kamupun akan berdiri disamping “pecinta misteri” dan menjadi bagian dari “dewa pengetahuan”.
Pesan moral gua : Pilih pengetahuan yang baik untuk di candui atau berjuang untuk berhenti dititik dimana kamu masih bisa kembali.
[Jangan Selamatkan Data] Buat Data Bener-Bener Hilang
Dulu saya pernah menulis tenang mengambil kembali data yang telah dihapus.
Sekarang saya ingin berbagi kisah tentang bagaimana supaya dia betul-betul menghilang.
Berikut kisah dalam kompieku
Kebanyakan program untuk melakukan recovery membantu orang melihat yang perlu di recover berbasis nama dan dalam managemen direktori nama yang sama seringkali saling timpa pada saat akan direcover.
Trik sederhana membuat data betul-betul lenyap (paling tidak jauh lebih sulit di recover) adalah dengan mengkopi file lain ke direktori yang sama dan ganti dengan nama yang sama dan hapus. Ulang paling tidak 5 kali. Lebih baik pilih file dengan ukuran yang sama atau yang besar sekalian.
Pada saat recovery akan ditemukan 5 file dengan nama sama yang telah didelete. Program recovery akan sedikit bingung dan hasilnya sering jadi agak kacau. Lalu penggunaan level yang lebih rendah tentu akan memakan waktu jauh lebih lama untuk menemukannya dan si pelaku recovery harus betul-betul berniat.
Trik lain adalah melakukan low level format. Tentunya seluruh media akan hilang datanya.
Trik lainnya lagi (ini yang saya pakai) adalah dengan melakukan enkripsi terhadap file system. Jangan ngomong soal kenyamanan yaa… soalnya harus super hati-hati. Sekali hilang kuncinya maka bisa jadi ilang selamanya. Basicnya dalam system kompie saya ada 3 level enkripsi.
Jadi pada saat dinyalakan program akan mengambil sebuah file (yang telah saya pilih) sebagai kunci pembuka awal dari partisi. Lalu kunci kedua akan membuka homedir yang kuncinya diambil dari salah satu file dari system yang terbuka pada kunci pertama. Lalu kunci ke 3 menggunakan password sepanjang lebih dari 25 karakter yang harus saya input sendiri agar direktori data terbuka.
Ke-3 kunci ini harus ada. Salah satu hilang, dadah for my data. Ribet ??? Buat saya yang sudah terbiasa, ini sih biasa aja
Dan cara saya ini menggunakan 3 produk yang berbeda juga loo
masing-masing memiliki teknik dan trik sendiri yang makin memper-ribet suasana.
Kemudian saya juga memasang program untuk safe deleting yang akan membantu saya memastikan segalanya terhapus dengan nyaris sempurna.
Yang pasti cara ini akan menyebabkan pencarian data secara low level akan mengalami jalan buntu.
Meniru cara saya jelas tidak sederhana karena settingan secara system banyak sekali.
Bentuk sederhana dari cara yang saya pakai ini adalah dengan memanfaatkan program seperti TrueCrypt (http://www.truecrypt.org). Kalau di windows dia bisa menghasilkan drive baru khusus untuk data yang telah di enkripsi.
Ah iya, diatas saya bilang “nyaris”. Karena saya percaya, segalanya hanyalah masalah waktu
Mudah-mudahan informasi ini berguna